Teori Segala Sesuatu

2 comments

Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Salam damai untuk kita semua, sobat blogger dimana pun berada artikel kali ini kita akan membahas tentang teori segala sesuatu, apa yang sobat pikirkan saat pertama kali mendengar tentang teori segala sesuatu?

Apakah sebuah film?, Sebuah buku?, Sthepen Hawking?, Fisika kuantum? Alam semesta atau Big Bang?

Yah… tentu sobat sudah mengetahui banyak hal tentang teori ini, tapi pada artikel ini kita tidak akan membahas tentang teori-teori fisika kuantum ataupun teori big bang, karena dalam pembahasan kali ini kita akan membahas hal yang lebih besar dari pada big bang, sesuatu yang jauh lebih besar dari pada alam semesta kita, yaitu pencipta dari alam semesta, pencipta dari segala sesuatu.

Siapakah yang menciptakan alam semesta beserta isinya yang begitu menakjubkan, begitu raksasa, begitu indah dan begitu teliti dalam perhitungannya? Apakah mungkin alam semesta kita ini ada dengan sendirinya? Apakah mungkin sebuah kekosongan dapat menimbulkan ledakan besar sehingga tercipta alam semesta yang begitu rumit ini? Tentu jawabannya tidak, karena adanya suatu akibat pasti didahului oleh sebab. Bagamana mungkin 0+0+0+……….0= 1 seberapa banyak pun kita menambahkan 0 ataupun mengkalikan 0 selamanya tidak akan pernah menghasilkan angka apapun selain angka 0. Jadi pastilah alam semesta ini ada yang menciptakan, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pertanyaan selanjutnya siapakah Tuhan Yang Maha Kuasa ini? Dari manakah asalnya? Ada berapa tuhan kah yang menciptakan alam semesta ini? Bagaimanakah wujudnya? Mengapa kita tidak bisa melihat-Nya? Bahkan ada yang bertanya siapa yang menciptakan tuhan?

Kita akan membahasnya satu-persatu, yang pertama jika benar tuhan itu ada mengapa kita tidak pernah melihatnya? Jika yang dimaksudkan melihat disini adalah melihat dengan mata, maka tentu kita tidak akan dapat melihat-Nya, jangankan melihat Tuhan untuk melihat diri kita yang sebenarnya saja mata kita tidak sanggup karena mata hanyalah instrument yang terbatas yang tidak dapat menjangkau hal-hal yang bersifat ghaib. Dengan menggunakan teknologi yang tercanggih sekalipun pernahkah seseorang dapat melihat Ruh, diimani atau tidak setiap orang mengakui keberadaan ruh dialah diri kita yang sebenarnya, itulah sebabnya jika Ruh sudah berpisah dengan jasad manusia (mati) dengan obat apapun kita tidak dapat menghidupkannya lagi, bahkan saat organ-organ tubuhnya masih dapat berfungsi. lebih sederhana lagi bahkan kita tidak dapat melihat udara dengan mata kita, bukankah itu menunjukan betapa terbatasnya mata kita ini, sehingga menyimpulkan ketiadaan Tuhan hanya karena kita tidak dapat melihatnya bukankah itu merupakan kesimpulan yang begitu ceroboh?

Selanjutnya ada berapakah Tuhan itu? Jika tuhan yang menciptakan alam semesta yang begitu raksasa, begitu rumit dan detail ini, mestilah Tuhan itu menciptakannya dalam tim yang sangat hebat tidak mungkin Dia menciptakan alam semesta ini sendirian saja? Yah… beberapa manusia berfikir demikian, namun bukankah lebih tidak masuk akal jika Tuhan mempunyai tim (atau lebih dari satu)? Karena jika Tuhan lebih dari satu maka Dia akan kehilangan sifat kemahakuasaanya karena Dia memiliki saingan dalam merajai alam semesta ini, bahkan akan terjadi perselisihan antara para tuhan dalam memperebutkan gelar sebagai yang maha kuasa dan tentulah alam semesta ini tidak akan dapat bertahan lama dan mengalami kehancuran yang disebabkan oleh pertarungan antara tuhan. Akan tetapi alam semesta ini sudah bertahan jutaan bahkan milyaran tahun bukankah itu membuktikan keberadaan Tuhan yang hanya satu.

Selanjutnya adalah siapakah yang menciptakan Tuhan jika semua yang ada pasti ada yang mengadakannya? Tentu jawabannya adalah Tuhan itu sendiri, karena jika Tuhan diciptakan oleh Tuhan/sesuatu yang lain tentulah dia bukan Tuhan. Tuhan merupakan sebab awal keberadaan Seluruh Alam semesta ini beserta isinya sehingga tidak mungkin “sebab” ini memiliki “sebab”, “Sebab” yang sebenar-benar sebab harus bersifat uncaused (tidak bersebab) karena jika “sebab” ini memiliki “sebab” niscaya tidak ada akhirnya. Jadi pertanyaan ini harus berhenti pada Tuhan, Tuhan tidak memiliki awal dan tidak memiliki akhir, Tuhan haruslah tidak terikat oleh dimensi ruang dan dimensi waktu, Tuhan juga sudah pasti bukanlah materi dan berada diluar materi, sebab tidak mungkin Pencipta materi adalah materi itu sendiri, Tuhan bersifat ghaib.

Lalu siapakah Tuhan ini?, Tuhan haruslah unik, Dia harus berbeda dari yang lain tidak dapat dibandingkan dengan siapapun, Tuhan harus tidak bergantung kepada apapun tetapi sebaliknya Tuhan adalah tempat bergantung dari segala sesuatu, Tuhan harus bersifat kekal tidak berawal dan tidak berakhir, penguasa yang sempurna karena kekuasaan-Nya bukanlah warisan dan Dia tidak akan mewariskan kekuasaan-Nya, sehingga tidak mungkin bagi-Nya untuk beranak dan diperanakan, tidak ada yang setara dengan Dia, tidak ada yang menyerupai-Nya karena Dia adalah satu-satunya dan hanya ada satu. Setidaknya itulah syarat mutlak sebagai Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagaimana telah dijelaskan di dalam Kitab Suci Al Quran yang merupakan  wahyu Tuhan yang terakhir yang diturunkan kepada Muhammad S.A.W sebagai Nabi terakhir, yaitu di dalam surat Al Ikhlas:



قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Katakanlah “ dia Allah yang maha Esa”

اللَّهُ الصَّمَدُ

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.



Di dalam surat Al Ikhlas ini  Tuhan telah menjelaskan siapa diri-Nya dengan singkat dan padat. Siapapun yang mengklaim sebagai Tuhan haruslah lolos dari uji ini. Semoga artikel ini bermanfaat.



Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

2 comments: